Translate

Tuesday, March 28, 2017

Mengapa Ayam Tidak Bisa Terbang?

Pada jaman dahulu kala, seusai menciptakan bumi, para dewa pulang ke surga untuk beristirahat. Karena kelelahan, para dewa tertidur panjang sampai berminggu-minggu lamanya.

Saat bangun, mereka ingat pada bumi yang baru mereka ciptakan dan ingin mengetahui perkembangannya. Tapi mereka terlalu lelah untuk turun ke bumi. Akhirnya, para dewa memerintahkan ayam agar turun ke bumi untuk melihat perkembangan bumi.

"Kau jangan lama-lama di bumi, Ayam! Kami ingin segera mendengar laporanmu," kata pemimpin para dewa.

"Bak, yang mulia. Aku akan segera kembali," jawab ayam.

Lalu, ayam terbang dan turun ke bumi. la terbang dengan indahnya. Sekali mengepakkan sayap, ia bisa meluncur sampai ratusan meter.

Tidak lama, ayam pun tiba di bumi. Ia terkagum- kagum melihat keindahan bumi. Padang rumput yang hijau, gunung yang menjulang tinggi, sungai yang menyejukkan, dan laut yang luas.

Baru kali itu ayam melihat keindahan yang tiada tara. "Ah, sungguh hebat bumi ciptaan para dewa.” pikir ayam.

Ayam keasyikan menikmati keindahan bumi. Ia terbang ke sana-ke mari sambil menikmati makanan yang melimpah. Sesekali ia menceburkan diri ke sungai untuk mandi menikmati air sungai yang sangat sejuk.

Karena terlalu asyik, ayam lupa pada janjinya untuk segera pulang. Di surga, para dewa sudah kesal menunggu ayam yang belum kembali.

Akhirnya, pada sore hari, ayam baru pulang ke surga. la dimarahi para dewa karena tidak menepati janji.

Ayam pun dikutuk oleh pemimpin para dewa, "Kau tidak berhak tinggal di surga. Pergilah ke bumi! Mulai saat ini, kau tidak akan bisa Iagi terbang ke surga." Akhirnya, ayam selamanya tinggal di bumi dan tidak bisa terbang lagi.

Pesan Moral:
Jangan pernah ingkar pada janji yang telah kamu ucapkan. Orang yang ingkar tidak akan disayang Tuhan. Selain itu, Pergunakanlan waktu dengan sebaiknya. Dengan begitu, kamu dapat menyelesaikan semua pekerjaan dengan baik. Apabila ada hal yang tidak mampu kerjakan segera beritahu orang yang kamu beri janji, dan jangan lupa meminta maaf.



Sumber: dongengceritarakyat.com

No comments: