Translate

Wednesday, January 4, 2017

Rubah kecil Yang Tidak Sabaran

Pada zaman dahulu, di sebuah hutan tinggallah seekor Rubah kecil bersama ayahnya. Karena anaknya terlalu kecil, ayahnya selalu membawakan makanan untuknya. Pada suatu hari, ayah Rubah kecil itu mengajaknya ikut untuk berburu. Namun, ia tidak mau di temani oleh ayahnya. Ia ingin berburu seorang diri.

Sang ayah melarangnya, karena Rubah kecil tersebut belum siap berburu sendiri tanpa sang ayah.

‘’ Anakku, kau belum siap untuk berburu sendiri. Masih banyak yang harus kau pelajari dan jangan pernah pergi berburu sendiri. Ingat itu!’’ kata ayah Rubah kecil.

Rubah kecil hanya diam. Namun, keesokkan harinya pada saat ayahnya tidur. Rubah kecil perhi keluar rumah untuk berburu. Ia pun berhasil pulang membawa seekor Ayam Jantan yang gemuk. Ia pun segera membangunkan ayahnya.

‘’ Ayah, lihatlah apa yang aku tangkap. Aku bisa berburu sendiri tanpa di temani ayah.’’ Kata Rubah kecil senang.

‘’ Kau masih sangat kecil anakku! Dan tidak baik berburu pada siang hari.’’ Kata sang ayah.

Namun, Rubah kecil sama sekali tidak menuruti peringatan ayahnya. Setiap hari, ia berburu dan berhasil memburu banyak Ayam, Kalkum, dan Bebek sehingga banyak sekali Petani yang ingin menangkapnya.

Pada suatu malam, sang ayah bersiap untuk berburu ke hutan seorang diri. Namun, ternyata Rubah kecil mengikutinya dari belakang. Sang ayah pergi kesebuah perternakan, ia pun merangkak dan diam menunggu. Rubah kecil pun mengikuti gerak-geriknya.

Namun, Rubah kecil sangat bingung karena melihat sang ayah hanya diam saja dan tidak bergerak. Padahal di sana ada Kalkun besar yang sangat mudah untuk di tangkap. Tapi ayahnya masih diam dan tidak segera menangkapnya. Rubah kecil berpikir bahwa ayahnya sudah kehilangan kemampuan berburunya dan berniat untuk membantu ayahnya menangkap Kalkun besar tersebut.

Rubah kecil langsung berlari dengan sangat cepat akan menangkap Kalkun tersebut. namun, tiba-tiba saja Rubah kecil terjebak oleh sebuah perangkap. Ia sangat terkejut karena masuk kedalam perangkap tersebut. ia pun menahan rasa sakit dan menangis.

Sang ayah pun sangat terkejut melihat anaknya terperangkap dalam jebakan dan kesakitan. Ia pun segera berlari untuk menolong Rubah kecil anaknya. Akhirnya, Rubah kecil pun dapat terlepas dari jebakkan dan segera di bawa pulang oleh sang ayah. Tubuhnya di penuhi dengan luka-luka. Ayahnya segera mengobati luka tersebut. rubah kecil hanya menahan rasa sakitnya dan menangis tersedu-sedu.

‘’ Anakku, itulah mengapa kau harus banyak belajar sebelum berburu sendirian. Kau harus tahu, kalau Kalkun yang kau lihat tadi hanya sebuah umpan dari perangkap tersebut, kedepannya jangan berburu sendirian tanpa ayah. Karena kau masih kecil dan kau masih tanggung jawabku untuk mencarikan makanan.’’ Kata sang ayah menjelaskan.

Rubah kecil pun sangat menyesal karena ia sangat tidak sabar untuk dapat berburu sendirian. Ia pun meminta maaf dan memanggukkan kepala tanda persetujuan untuk menuruti apa yang di katakana ayahnya tersebut.

Pesan moral:
Dengarkan dan turuti nasihat dari orang tuamu. Apa yang mereka larang sebenarnya dengan maksud untuk memastikan kamu terlindungi.


Sumber: dongengceritarakyat.com

No comments: