Translate

Tuesday, October 25, 2016

Sumur Berhantu Naga Hitam

Sembilan bersaudara diperintahkan oleh Raja untuk pergi memerangi bangsa Frank (sekarang Jerman). "Beri kami restumu, Ibu," pinta anak tertua.

"Aku berikan restu untuk kalian berdelapan. Tapi, untuk anak bungsu kesayanganku, John. Aku hanya bisa memberikan kuda terbaikku dan ucapan selamat tinggal," kata Ibu sambil tertunduk sedih.

Ibu sepertinya tahu nasib buruk yang akan terjadi pada anak bungsunya. Tapi, ia tidak bisa menghalangi takdir yang akan terjadi. Ibu mencium kening seluruh anaknya dan mengantarkan mereka sampai ke jalan.

Empat puluh hari sudah mereka berjalan. Persediaan air telah habis dan mereka mulai merasakan haus. Tidak lama kemudian, mereka menemukan sebuah sumur.

Awalnya, mereka gembira menemukan sebuah sumur. Namun, mereka diam saat tahu embernya telah jatuh ke dalam sumur.

Akhirnya, mereka memutuskan menurunkan adik bungsu mereka ke sumur untuk mengambil air. Mereka mengikatkan tali ke pinggang John, lalu menurunkannya perlahan-lahan.

Tidak lama, terdengar teriakan John dari dalam sumur, “Tarik! Tarik! Tidak ada air di dalam sini! Hanya ada hantu menakutkan!"

"Ya, kami sedang menarikmu. Tapi, kau jadi berat sekali," teriak delapan kakak John.

"Gunakan kudaku, si Hitam," teriakJohn.

Mendengar teriakan itu, seolah mengerti, si Hitam meringkik dan bergerak-gerak liar seperti ketakutan. Delapan kakak John lalu mengikatkan tali di pelana si Hitam.

Si Hitam dan delapan kakak John mulai menarik. Perlahan-lahan, John naik ke permukaan sumur. Pertama, tangan John mulai terlihat. Lalu, pedangnya terlihat.

Saat seluruh tubuh John muncul ke permukaan, delapan kakak John kaget melihat hantu Naga Hitam melilit di badan John. Delapan kakak John mencoba membacok Naga Hitam itu, tapi salah satu pedang justru mengenai talinya hingga putus.

John pun terjatuh kembali ke dalam sumur bersama Naga Hitam yang melilitnya.

“Tinggalkan saja aku! Pulanglah kalian!" teriak John.

"Kami tidak bisa meninggalkanmu!" kata kakak-kakaknya.

"Pergilah dan katakan pada ibu bahwa aku telah menikah! Katakan bahwa batu nisan adalah mertuaku dan bumi yang gelap adalah istriku!" kata si John.

Pesan Moral:
Ingat kamu harus berpamitan kepada orangtuamu setiap hendak pergi. Mintalah doa restu kepada kepada mereka agar kamu selanat selama perjalanan. Lalu, sesama saudara juga harus saling menjaga.


Sumber: dongengceritarakyat.com

No comments: