Translate

Thursday, August 18, 2016

Cinta Dua Anak Dewa Halilintar

Dua anak Dewa Halilintar jatuh cinta kepada seorang perempuan. Setiap hari, mereka selalu menyempatkan diri turun dari langit menuju bumi dan mengintip perempuan itu saat sedang mandi.

"Wah, dia cantik sekali ya, Kak," kata si adik.

"lya. Andaikan aku manusia, pasti akan aku nikahi," jawab sang kakak.

Begitulah, setiap hari kedua kakak beradik itu turun ke bumi untuk mengintip perempuan itu. Lama-lama, mereka terlalu asyik sehingga lalai mengerjakan tugas-tugas mereka.

Dewa Halilintar menjadi curiga. Diam-diam ia mengikuti kedua anaknya turun ke bumi. la melihat dua anaknya bersembunyi di balik semak belukar dekat pinggir sungai.

"Apa yang mereka lakukan?" pikir Dewa Halilintar. Dewa Halilintar naik ke atas pohon untuk mencuri dengar obrolan dua anaknya.

"Pantas saja pekerjaan mereka terbengkalai. Setiap hari kerjaannya hanya asyik mengintip manusia mandi,° kata Dewa Halilintar kesal mengetahui kelakuan dua anaknya.

Saat itu, kakak beradik itu sedang berbisik-bisik mengagumi perempuan yang mereka intip. "Waduh, Kak. Andaikan aku jadi kutu, pasti akan melompat dan hidup di kepalanya," kata si adik.

"Aku juga, Dik. Andaikan aku jadi kutu loncat, pasti akan melompat ke pangkuannya," kata sang kakak.

"Jadi, itu keinginan kalian?" kata Dewa Halilintar membentak dua anaknya.

"Aa...a...ayah," kedua anak itu kaget dan ketakutan.

"Baiklah, sejak saat ini kalian kuubah jadi kutu dan kutu loncat," sumpah si ayah.

Tiba-tiba, berubahlah kedua anak itu menjadi kutu dan kutu loncat. Lalu, Dewa Halilintar mengeluarkan halilintar yang besar. Berlompatanlah kutu dan kutu loncat itu menghindari amukan ayah mereka.

Pesan Moral:
Jadilah anak yang baik dan menuruti setiap perintah kedua orangtua. Apabila kamu melalaikannya, pasti akan berdosa dan mengalami hal yang buruk.


Sumber: dongengceritarakyat.com

No comments: