Translate

Sunday, October 7, 2012

kisah cinta putri salju

Suatu hari di pertengahan musim dingin, ada seorang perempuan sedang menjahit dan mendengar kabar bahwa Ratu di kerajaan tersebut meninggal, karena ia merasa cantik. Maka datanglah ia ke kerajaan dan Raja menyuntingnya sebagai Ratu.

Sekarang ia adalah wanita tercantik di seluruh negeri dan sangat bangga dengan kecantikannya. Dia memiliki cermin yang dipakai setiap pagi dan selalu bertanya: "Cermin, cermin, di dinding. Siapa di negeri ini yang paling cantik?" dan sang cermin selalu berkata: "Anda, Ratu saya, yang paling cantik." Kemudian, ia tersenyum dan yakin bahwa tidak ada seorang pun di dunia itu lebih cantik daripada dia.

Sekarang Putri Salju sudah besar dan ketika ia berusia 7 tahun, dia sangat cantik bahkan ia melampaui kecantikan Ratu sendiri. Ketika Ratu bertanya pada cermin: "Cermin, cermin, di dinding. Siapa di negeri ini yang paling cantik?" cermin itu berkata: "Anda, Ratu saya, adalah wajar; itu benar. Tapi Putri Salju masih seribu kali lebih cantik dari Anda."

Ketika Ratu mendengar cermin berkata demikian, ia menjadi pucat dengan iri hati dan sejak saat itu, ia membenci Putri Salju. Setiap kali dia memandang Putri Salju, dia berpikir bahwa Putri Salju yang harus disalahkan karena ia tersingkir dan tidak menjadi paling cantik lagi. Hal itu membuat hatinya cemburu. Tak lama, ia membunuh Raja agar ia dapat menguasai kerajaan. Putri Salju merasa sedih kehilangan ayah tercinta. Ratu berniat membunuh Putri Salju.

Akhirnya dia memanggil pemburu dan berkata kepadanya, "Bawa Putri Salju ke hutan ke tempat terpencil dan bunuh dia. Sebagai bukti bahwa kamu telah membunuhnya, bawa paru-paru dan hatinya kembali padaku. Saya akan memasaknya dengan garam dan memakannya."

Pemburu mengajak Putri Salju ke hutan. Ketika ia mengambil pisau berburu untuk menusuk, ia mulai menangis serta memohon agar Putri Salju lari sejauh-jauhnya dan berjanji tidak akan kembali. Pemburu merasa kasihan padanya karena dia sangat cantik dan ia berpikir, "Binatang-binatang liar akan segera memakannya jika dia masuk hutan. Aku senang tidak perlu membunuhnya." Tepat saat itu ada seekor rusa melintas dan pemburu itu membunuhnya kemudian mengambil paru-paru serta hatinya, sebagai bukti kematian Putri Salju. Ratu memasaknya dengan garam dan memakannya.

Putri Salju berada di hutan dan sendirian. Ia sangat takut dan terus berlari. Hingga matahari terbenam, ia tiba di sebuah rumah kecil. Rumah ini milik tujuh kurcaci. Mereka bekerja di tambang dan belum tiba di rumah. Putri Salju masuk ke dalam dan menemukan segala sesuatu lebih kecil dan berantakan. Dengan hati gembira Putri Salju merapikannya, karena kelelahan ia pun tertidur di atas ranjang para kurcaci.

Ketika malam datang, 7 kurcaci pulang dari kerja dan menyalakan lilin kecil mereka dan melihat ada seseorang yang tidur di ranjang mereka. Karena kecantikan Putri Salju maka ketujuh kurcaci
memperhatikannya. "Demi Tuhan, dia begitu cantik."ucap salah satu dari mereka yang menyukai Putri Salju. "Tidak. Dia seperti wanita biasa."ucap yang lain. "Dia telah membantu kita merapikan rumah."sambung yang lain. Tak lama Putri Salju pun terbangun karena kegaduhan suara mereka.

"Maaf aku tertidur di ranjang kalian."ucap Putri Salju. "Ia sangat baik hati."kata sneezy. "Kamu harus pergi dari sini."ucap grumpy. "Ini sudah malam, grumpy. Kasihan dia."balas si doc. "Bener sekali grumpy, kasihan dia."sambung bashful. "Ya sudah."grumpy mengambil kesimpulan. "Yey! Siapa nama kamu?"tanya si happy pada Putri Salju. Mereka memperkenalkan diri masing-masing. Ada doc, happy, sneezy, sleepy, grumpy, bashful, dan dopey.

Akhirnya, Putri Salju menceritakan bagaimana dia bisa menemukan jalan ke rumah mereka. Ia juga menceritakan bagaimana ibunya ingin mencoba membunuhnya. Ketujuh kurcaci makin menyayanginya dan juga merasa kasihan. "Kita janji, kita akan melindungi kamu, Putri."ucap dopey. Putri Salju tersenyum. "Oh ya Putri Salju, kamu harus waspada terhadap Ratu karena siang hari kita pergi menggali emas di tambang dan jangan biarkan siapa pun masuk."sambung sneezy.

Ratu berpikir bahwa ia wanita paling cantik di negeri itu dan keesokan harinya ia melangkah ke depan cermin dan bertanya: "Cermin, cermin, di dinding. Siapa di negeri ini yang paling cantik?" cermin itu berkata: "Anda, Ratu saya, adalah wajar; itu benar. Tapi Putri Salju masih seribu kali lebih cantik dari Anda."

Ini mengejutkan Ratu dan ia baru sadar kalau ia ditipu oleh pemburu. Ratu tahu hanya ada 7 kurcaci di hutan, maka merekalah yang menyelamatkan Putri Salju. Ratu mulai merencanakan pembunuhan. Dia menyamar menjadi wanita tua penjual tali. "Bukalah nak, aku wanita tua dengan penjual tali." Putri Salju mengintip keluar jendela, "Tali apa nek?". "Korset tali nak. Ini dari sutra kuning, merah dan biru."

"Oh ya, aku dapat membiarkan wanita tua masuk ia kan bermaksud untuk menjual korset tali."pikir Putri Salju. Ia membukakan pintu. "Anda tidak memasangnya dengan benar. Kemarilah biar aku pasangkan."ucap sang nenek tua. Ia memegang tali dan manariknya begitu ketat sehingga Putri Salju tidak bisa bernapas dan Putri Salju terjatuh seolah-olah mati. Kemudian perempuan tua itu pergi.

Malam harinya, ketika ketujuh kurcaci pulang ke rumah. Mereka menemukan Putri Salju tergeletak di tanah seolah-olah dia sudah mati. Mereka mengangkatnya dan melihat bahwa Putri Salju mengikat tali terlalu erat. Mereka memotong tali korset menjadi dua dan Putri Salju bisa bernafas lagi. "Pasti Ratu yang mencoba membunuhmu."ucap doc. "Hati-hati Putri Salju."sambung bashful.

Ratu kembali bercermin: "Cermin, cermin, di dinding. Siapa di negeri ini yang paling cantik?" cermin itu berkata: "Anda, Ratu saya, adalah wajar; itu benar. Tapi Putri Salju masih seribu kali lebih cantik dari Anda." Sang Ratu terkejut karena tahu, Putri Salju masih hidup. Kemudian, ia membuat sisir beracun dan menyamar menjadi orang lain dengan wanita muda.

Dia mengetuk pintu, tapi Putri Salju berkata, "Aku tidak diperbolehkan untuk membiarkan siapa pun masuk." Lalu dia mengeluarkan sisir emas dan ketika Putri Salju melihat melalui jendela, ia membuka pintu dan membeli sisir dari tangannya. "Ayo, biarkan aku menyisir rambutmu."katanya. Baru saja ia menempelkan sisir ke rambut Putri Salju, ia jatuh dan mati. "Itu akan membuatmu terbaring dipeti."kata Ratu dan pulang dengan hati yang tenang.

Para kurcaci pulang tepat pada waktunya dan melihat apa yang telah terjadi, mereka manarik sisir beracun dari rambutnya. Putri Salju membuka matanya dan hidup kembali. Putri Salju berjanji pada kurcaci untuk tidak membiarkan siapa pun masuk.

Ratu melangkah menuju cermin: "Cermin, cermin, di dinding. Siapa di negeri ini yang paling cantik?" cermin itu berkata: "Anda, Ratu saya, adalah wajar; itu benar. Tapi Putri Salju masih seribu kali lebih cantik dari Anda."

Ketika ia mendengar Putri Salju masih hidup ia marah besar, "Putri Salju akan mati, walaupun imbalannya adalah nyawa saya!". Lalu dia masuk ke kamarnya yang paling rahasia (tidak ada satu orang pun yang tahu). ratu membuat apel berracun. Lalu ia menyamar menjadi seorang anak perempuan dan menjual apelnya.

Putri Salju mengintip dan berkata, "Aku tidak diijinkan untuk membiarkan siapa pun masuk. Para kurcaci sudah melarang dengan keras." Anak perempuan itu berkata, "Aku tidak bisa memaksa anda, jika anda tidak mau. Aku menjual apel ini dan aku akan memberimu satu contoh." Putri Salju berkata, "Aku tidak bisa menerima apa-apa. Para kurcaci tidak mengijinkan."

"Jika anda takut, maka aku akan memotong apel menjadi dua dan makan setengahnya. Ini, anda makan yang kemerahan."ucapnya. Anak itu memakan setengah apel yang tidak berracun. Keinginan Putri Salju untuk mencicipi semakin kuat, sehingga ia membiarkan tangan anak perempuan itu memberikan apel yang setengah melalui jendela. Saat Putri Salju memakannya, ia jatuh ke tanah dan mati. Ratu pulang dan langsung bercermin: "Cermin, cermin, di dinding. Siapa di negeri ini yang paling cantik?" cermin itu berkata: "Anda, Ratu saya, adalah wajar; itu benar."

"Sekarang saya akan memiliki kedamaian,"katanya, "Karena sekali lagi aku wanita paling cantik di negeri ini. Putri Salju sudah mati." Malam itu para kurcaci pulang dari tambang. Putri Salju tergeletak di lantau dan dia sudah mati. Mereka mencari tali korset atau pun sisir, tapi tidak ada. Mereka tidak bisa menghidupkan kembali Putri Salju.

Esok paginya, mereka membaringkannya di atas peti dan semua kurcaci bertunduk sedih sambil menangis. Mereka akan menguburkan Putri Salju, tapi mereka melihat bahwa ia tetap segar, seperti tidak mati dan memiliki pipi merah yang cantik. Mereka menaruhnya di peti kaca dan Putri Salju dapat dilihat dengan mudah. mereka menulis nama dan keturunan di atas peti dengan huruf emas dan salah satu dari ketujuh kurcaci tinggal di rumah dan terus mengawasinya. Putri Salju berbaring di peti mati dengan waktu yang sangat lama dan dia tidak membusuk. Dia masih putih seperti salju dan merah seperti darah. Dia berbaring di sana seolah-olah ia sedang tidur.

Suatu hari seorang pangeran muda datang ke rumah kurcaci dan ingin bermalam. Ia melihat Putri Salju dan terus memandanginya. Happy pun berkata sambil tersenyum, "Ia sudah lama meninggal, tapi ia terlihat seperti sedang tidur ya. Ia begitu cantik." Grumpy juga menambahkan, "Dulu aku sangat tidak suka kalau dia menetap disini. Lama kelaman aku sangat menyukai Putri Salju, ia dapat meluluhkan hatiku dengan kebaikan yang ia lakukan."

"Kami tidur dulu ya."ucap sleepy dan meninggalkan pangeran. "Aku jatuh cinta padamu, Putri Salju."ucap sang pangeran. Ia membuka peti kaca itu dan mencium Putri Salju. Bles! Seperti sebuah kutukan yang terlepas. Ada banyak cahaya yang mengitari mereka. Ketujuh kurcaci langsung menghampiri pangeran. 

"Huah! Selamat pagi teman-teman."ucap Putri Salju dengan ceria. "Lho? Ini malam ya?" Tanpa bicara, ketujuh kurcaci langsung memeluk Putri Salju. "Putri, kamu hidup lagi."happy berteriak girang.

KEJAHATAN MEMBUAT KITA MERASA BURUK, TAPI IRI HATI MEMBUAT KITA MERASA SEMAKIN BURUK. COBALAH BERSYUKUR DENGAN SEGALA SESUATU. - OCTAVIA PUTRI TJAJADI.

JANGAN HANYA MENATAP KEINDAHAN WANITA DARI KECANTIKAN WAJAHNYA, TAPI COBALAH UNTUK MELIHAT KECANTIKAN DARI HATINYA. - ANONIM.

No comments: