Translate

Saturday, May 6, 2017

Surga dan Neraka

Kemarin, 5 Mei 2017, ada seorang anak laki-laki berkebutuhan khusus, bertanya kepada saya, "Apa bedanya Surga dan Neraka? Dimana letakknya?  Apa isinya di Surga dan Neraka?"
Sontak saya bingung harus jawab apa.
Yang saya lakukan adalah bertanya balik, "Apa yang kamu tahu tentang Surga dan Neraka?"
"Saya tahu ada malaikat dan setan. Malaikat di Surga dan Setan di Neraka." jawabnya santai. "Benerkan, seperti itu? Memang Malaikat dan Setan terbuat dari apa sih?"
Jawab saya, "Iya. Malaikan dan Setan sama-sama ciptaan Tuhan. Tapi karena mereka berbeda perbuatannya, makanya satu ada di Surga dan satu di Neraka."
"Memang mereka berbuat apa kak?"
"Kalau Malaikat yang tinggal di Surga, ia selalu berbuat baik. Berbeda dengan Setan, mereka selalu jahat. Kamu mau tinggal di Surga atau Neraka?"tanya saya.
"Ya Surga dong kak. Memang di Surga ada apa aja sih?"
"Banyak."
"TV ada?"
Saya mengangguk dan tersenyum.
"Makanan? Rumah? Oh iya kak, katanya di Surga juga ada cewek-cewek ya kak?"
Tanya saya tersenyum lucu, "Memang cewek-cewek di Surga untuk apa?"
"Ya apa aja kak. Menurut kakak, buat apa?"
"Bisa aja buat cerita. Bercanda-canda. Sama ngobrol. Kayak kamu sama kakak sekarang."
"Oh, jadi kakak Malaikat ya? Kalau gitu aku mau tinggal di Surga aja."ia tersenyum.
Saya tersenyum, "Iya boleh aja. Tapi kamu harus berbuat baik. Jangan nakalin temennya, harus sayang sama mereka. Terus bantu temannya."
Ia mengangguk.
Kali ini ia bertanya lagi, "Kak, kalau aku mati, aku masuk Surga apa Neraka ya? Kan aku dikain kafanin, kalau kakak didandanin cantik. Bedanya apa kak?"
"Ya tergantung kamu."jawab saya sambil berpikir. "Ya sama aja. Itu kan cuma cara pemakaman. Toh nanti, akan bertemu Tuhan juga."
"Kalau di Surga ada anak kecil enggak kak? Kok katanya, ada ibu, ayah, dan adik. Memang mereka gimana masuk Surganya?"
"Ada anak kecil kalau berbuat baik. Kamu berbuat baik enggak?"tanya saya dan disusul anggukan anak ini. "Kalau nanti meninggal, kebaikan kamu dihitung, terus kamu masuk Surga kalau kamu selalu berbuat baik."
"Oh gitu kak, jadi di Surga rame dong kak?"
Saya mengangguk.

Selesai berbincang dan saya pulang ke rumah. Saya baru berpikir. Kok bisa anak seusianya (belasan tahun) yang berkebutuhan khusus, intellectual disability (re: tunagrahita) bertanya hal ini. Saya jadi berpikir, apakah saya ditegur Tuhan (secara tidak langsung) mengenai hal ini untuk diingatkan berbuat baik? Atau memang Kiamat sudah dekat sehingga semua orang membahas hal ini?

Yang bisa saya lakukan adalah berpikir ulang. Mengenai apa yang diucapkan, lebih baik dipikirkan terlebih dahulu. Khususnya di depan anak-anak. Mereka selalu mengingat dan memiliki berbagai pertanyaan tentang segala hal. Seburuk apapun kecerdasan mereka ataupun sesibuk apa pun anak itu. Kadang orangtua berpikir bahwa anaknya sibuk main dan tidak mendengar, sehingga ada beberapa orangtua yang mengucapkan hal buruk terhadap anaknya. Ingat mereka itu merekam apa pun yang kita ucapkan dan lakukan. Jadi berhati-hati berbicara, apalagi membicarakan keburukan mereka dan membicarakan orang lain.

No comments: