Translate

Saturday, May 20, 2017

Kenapa masih jadi blogger daripada vlogger?

Sebelum bahas kenapa, lebih baik kita cari tahu perbedaannya terlebih dahulu.

  • Vlogger adalah orang yang membuat sebuah blog berupa video, biasanya video itu dipublikasikan ke situs-situs video seperti YouTube. Aktivitas yang dilakukan oleh vlogger adalah Vlogging, vlogging itu singkatan dari Video Blogging. 
  • Vlog merupakan video singkat yang berisi konten berupa daily activity, review singkat, curhat, dan beberapa juga endorsement.
  • Blogger adalah orang yang membuat sebuah blog berupa tulisan, biasanya tulisan itu dipublikasikan ke situs-situs seperti Blogger, WordPress, atau blog buatan sendiri. Blogger itu orang yang ngeblog, aktivitas yang mereka lakukan adalah Blogging.
  • Konten tersebut bisa berupa curhatan sehari-hari, review singkat, sharing ilmu atau pengalaman bahkan beberapa blog kekinian mulai merambah dunia endorsement guna menghidupi blog itu sendiri.

Intinya vlogger sama blogger itu cuma beda dengan medianya, kalau seorang vlogger itu butuh kamera, perlengkapan penerangan, ide-ide yang dibutuhkan, software editing. Sementara, blogger itu butuh pemikiran yang matang, ide-ide yang dibutuhin, tempat yang nyaman untuk ngebuat suatu blog.

Setelah dilihat dari keduanya, kalian pasti bisa menentukkan mana yang sesuai dengan diri kalian masing-masing. Tapi pendapatku, aku prefer masih blog. Kenapa? Mari saya jabarkan alasannya.
1. Selama ini kita (anak-anak angkatan abad 19), dibiasakan untuk membaca buku. Ada kata pepatah yang mengatakan bahwa membaca adalah jendela dunia. Jadi, dengan saya menulis blog, kalian bisa baca ide-ide pemikiran daripada hanya menonton dan mendengar.
2. Sama seperti yang dijabarkan di atas, mengenai media. Sejujurnya, saya tidak punya hal-hal lainnya, kecuali laptop/hp dan ide. So, saya lebih memilih blog.
3. Kalau diperhatikan (mungkin dari sisi psikologis), ketika anak hanya diberikan untuk lihat video, kemampuan bahasannya kurang berkembang. Berbeda ketika anak tersebut membaca. Anak akan mencari artinya atau bertanya kepada orang lain yang lebih mengerti. Hal ini berkaitan dengan sisi psikologis dan perkembangan bahasa.
4. Selanjutnya, ketika anak hanya menonton, berarti ia hanya melihat apa yang telah disediakan di depannya. Berbeda dengan anak yang membaca, ia akan berpikir dan berimaninasi sendiri. Dengan begitu anak bisa lebih kreatif.
5. Terakhir, masih di dalam periode anak-anak. Ketika anak dibiasakan membaca dan mencaritahu sendiri, pemikirannya lebih berkembang dibandingkan anak yang hanya diberikan "suguhan" saja.

So, ketika anak-anak aja diminta untuk membaca, masa orang dewasa tidak memberi contoh dan hanya menuntut perilaku anak saja? Anak diminta berubah, tapi kita enggak.

Itu sih pemikiran saya, bagaimana dengan pemikiranmu?

No comments: