Translate

Monday, February 6, 2017

Hancurnya Persahabatan Singa Dan Serigala

Dahulu kala, singa dan serigala adalah sahabat karib. Mereka suka berburu bersama.

Suatu hari, singa berhasil membunuh seekor banteng yang gemuk. Tapi, ia masih ingin berburu. la menitip pesan kepada sahabatnya, serigala.

"Teman, aku akan berburu lagi.Tolong kau panggilkan keluargaku untuk membawa banteng ini ke rumah," kata singa sebelum pergi berburu lagi.

Namun, bukannya memanggilnya keluarga singa, serigala justru memanggil keluarganya sendiri dan keluarganya berpesta daging banteng yang lezat.

Sorenya, singa sudah puas berburu. Saat ia kernbali ke rumah, ia bertanya pada keluarganya, "Bagaimana daging banteng itu? Enak tidak?"

"Daging apa?"jawab istri singa kebingungan.

Singa heran dan berkata, "Aku tadi menyuruh serigala memanggil kalian untuk menikmati daging banteng buruanku."

"Seharian ini aku sama sekali tidak bertemu serigala," jawab istri singa.

Singa marah besar. la pergi ke rumah serigala. Singa menunggu di dekat kolam untuk menyergap serigala.

Tidak lama kemudian, serigala hendak pergi ke kolam dengan perut kenyang. Singa langsung menerkam serigala. Tapi, serigala cepat berkelit. la berlari ke dalam semak belukar. Sayangnya, singa berhasil memegang kakinya.

"Kena kau, serigala jelek," kata singa.

"Tidak, kau tidak mendapatkanku," kata serigala sambil tertawa.

"Itu bukan kakiku yang kau pegang. Itu akar pohon. Coba saja kau ambil batu dan pukul. Jika berdarah berarti kakiku. Jika tidak, berarti itu akar," kata serigala.

Singa melepaskan pegangannya hendak mengambil batu. Secepat kilat, serigala berlari menaiki tali menuju rumahnya di tebing.

Singa mengejar serigala dan menaiki tali. Tapi talinya terlalu kecil untuk ukuran tubuhnya, Singa pun terjatuh ke tanah.

Sejak saat itu, singe tidak pernah memaafkan serigala. Serigala sendiri sejak saat itu selalu takut pada singa.

Pesan Moral:
Jangan berbuat licik seperti serigala. Jika kamu mendapatkan pesan dari orang lain, sampaikanlah dengan baik. Jangan menodai amanah (pesan) dari orang lain. Jangan merebut barang yang bukan milikmu.


Sumber: dongengceritarakyat.com

Saturday, February 4, 2017

Tikus Dan Burung Hantu

Suatu sore, burung hantu pulang dari berburu. la memakan sebagian hasil buruannya. Sebagian lagi ia simpan untuk dimakan esok hari. la menyimpannya dengan hati-hati di atas dahan.

Malam harinya, burung hantu tertidur lelap. Saat itulah, tikus-tikus keluar dari rumah mereka untuk mencari makanan.

Seekor tikus berkulit cokelat melihat makanan yang disembunyikan oleh burung hantu. la mengendap-ngendap hendak mencuri makanan itu. Akhirnya, ia bisa mencuri makanan burung hantu dan membawanya pulang.

Esoknya, burung hantu terkejut karena makanan simpanannya telah hilang. la mencari-cari, tapi tidak ketemu. Lalu, ia bertanya kepada gagak. Burung hantu tahu bahwa gagak tidak tidur pada malam hari.

"Apakah kamu tahu siapa yang telah mencuri makananku, Gagak?" tanya burung hantu.

"Aku tidak tahu. Tapi, semalam aku melihat seekor tikus berkulit cokelat berada dekat rumahmu," jawab gagak.

"Ah, pasti tikus itu," pikir burung hantu. la segera mencari tikus dan memergokinya sedang melahap sisa makanan miliknya.

Saat Burung Hantu hendak membunuh tikus, tikus minta maaf dan memohon ampun. la berjanji akan mengganti makanan yang telah ia curi.

"Aku tak percaya padamu," kata burung hantu

"Percayalah padaku!" rayu tikus.

Akhirnya, burung hantu termakan rayuan tikus. la kembali ke rumahnya menunggu tikus mengganti makanannya. Tapi, tikus tidak kunjung datang. Sampai esoknya pun, tikus tidak datang memenuhi janjinya.

Burung hantu marah sekali. Sejak saat itu, ia selalu memburu dan membunuh tikus. Sejak itu pula, burung hantu tidur pada siang hari. Lalu malamnya, ia mencari makanan.

Pesan Moral:
Jangan pernah mengambil hak milik orang lain. Minta ijin terlebih dahulu apabila ingin menggunakan milik orang lain. Satu hal lagi, tepatilah janji yang telah kau ucapkan. Orang yang sering ingkar janji tidak akan dipercaya oleh orang lain.


Sumber: dongengceritarakyat.com