Translate

Monday, August 22, 2016

Nasib si monyet jahil

Di sebuah hutan, monyet asyik berlompatan di antara dahan pohon. Tiba-tiba, ekornya terkena duri. Ia berusaha mencabutnya, tapi tidak bisa.

Monyet lalu pergi menemui tukang cukur. "Tukang cukur, ekorku tertusuk duri. Tolong cabutkan, nanti aku bayar!" kata monyet.

Tukang cukur segera mencabut duri di ekor monyet menggunakan pisau cukur. Ia berhasil mencabut duri. Tapi, tanpa sengaja ujung ekor monyet ikut terpotong.

Monyet marah, "Tukang cukur, kembalikan ekorku atau berikan pisau cukurmu!" Karena tukang cukur tidak bisa mengembalikan ekor monyet, ia pun memberikan pisau cukurnya.

Di jalan, monyet bertemu seorang wanita tua yang sedang memotong kayu bakar. "Nenek, pakailah pisau cukurku agar engkau mudah memtong kayu," kata monyet.

Wanita tua itu mengambil pisau cukur dan memotong kayu dengannya. Tapi, pisaunya patah. Monyet berteriak, "Nenek, kau mematahkan pisau cukurku! Kau harus ganti atau berikan kayu bakarmu padaku!" Si nenek pun terpaksa menyerahkan kayu bakarnya.

Setelah itu, monyet main ke sebuah pasar. Ia melihat seorang ibu sedang memanggang kue.

"Ibu, kayu bakarmu mulai habis. Pakailah kayu bakarku untuk memanggang kuemu," kata monyet.

Ibu itu mengambil kayu bakar monyet dan menggunakannya sampai habis. Monyet marah, "Ibu, kau telah menghabiskan kayu bakarku! Sekarang kau harus berikan seluruh kuemu!"

Ibu itu tidak punya pilihan lain. Ia memberikan seluruh kuenya. Monyet pun membawa kue itu pulang. Tapi, di pinggir hutan, ia diserang dan digigit anjing sampai mati. Akhirnya anjing menikmati kuenya. Itulah nasib monyet yang jahil.

Pesan moral:
Jangan suka menipu dan menjahili orang karena menginginkan sesuatu, lebih balk katakanlah dengan jujur apa permintaanmu.

Sumber: dongengceritarakyat.com

No comments: