Translate

Sunday, August 21, 2016

Nasib Anak Yang Suka Berebut

Suatu hari, dua orang anak berjalan-jalan di pinggir hutan dan menemukan sepotong besar daging. Mereka berebut daging itu. Masing-masing mengaku sebagai orang yang lebih dulu melihat daging itu.

"Aku melihat duluan," kata anak yang pertama. "Tidak, aku yang melihat dutuan," kata anak yang kedua.

Mereka tidak mau membagi dua daging itu. Masing-masing ingin memiliki daging itu untuk dirinya sendiri. Akhirnya mereka membawa masalah itu ke pengadilan bangsa monyet.

Setelah mendengarkan pengaduan dua anak itu, monyet memutuskan akan membagi dua daging itu. Tapi, saat dipotong, satu potong daging lebih besar daripada potongan lainnya. Monyet memakan potongan daging yang besar agar ukurannya sama.

Setelah dimakan, ternyata potongan daging itu justru menjadi lebih kecil daripada potongan satunya. "Ah, aku kebanyakan makannya," kata monyet.

Lalu ia memakan potongan satunya lagi agar ukurannya sama. Tapi, lagi-lagi monyet memakannya terlalu banyak sehingga potongan daging itu menjadi lebih kecil dari potongan daging satunya. Begitu seterusnya sampai dua potong daging itu tinggal sedikit.

"Pulanglah kalian," kata monyet.

"Ini tinggal potongan kecil saja. Bahkan, tidak cukup untuk membayarku," ujar monyet.

Akhirnya, dua anak itu pulang dengan tangan kosong. Jika saja sejak semula mereka tidak berebut dan mau saling membagi dagingnya, mereka bisa menikmati daging yang lezat. Tapi, kini mereka hanya bisa menyesal.

Pesan moral:
Jangan jadi anak yang suka berebut. Lebih baik berbagi. Anak yang bodoh akan kehilangan segalanya. Jadilah anak yang baik dan pintar maka kamu akan sukses dimasa yang akan datang.


Sumber: dongengceritarakyat.com

No comments: