Translate

Sunday, August 21, 2016

Mengapa Dada Burung Murai Berwarna Merah

Dahulu kala, suatu malam pada akhir sebuah tahun, angin yang jahat membawa hawa dingin yang sangat menusuk tulang.

Malam itu, terasa menyiksa bagi bapak dan anak yang sedang dalam perjalanan. Padahal, perjalanan mereka esok masih sangat jauh.

Mereka mencoba mencari pondok, peternakan, atau bahkan sebatang pohon untuk berlindung dari angin yang jahat. Tapi, tidak satu pun yang mereka temukan, selain semak-semak belukar.

Akhirnya, sang bapak membuat api unggun dan menyuruh anaknya istirahat dan tidur bergantian. Malam semakin larut dan angin semakin dingin. Mata sang bapak mulai terasa berat. la membangunkan anaknya untuk ganti berjaga.

Kini anaknya yang bangun. Tapi, ia tidak mampu menahan kantuk yang teramat sangat. la lelah sekali setelah berjalan jauh. Ditambah lagi angin yang dingin menambah matanya semakin berat.

Api unggunnya pun semakin kecil. Serigala-serigala lapar mulai mengelilingi anak dan bapak yang tertidur pulas. Mereka menunggu apinya mati sebelum menyerang anak dan bapak itu.

Akankah mereka mati oieh serigala Iapar itu? Tidak! Ada seekor burung murai yang bangun. la kasihan kepada anak dan bapak itu. la segera mengipasi api dengan sayapnya sampai apinya menyala kembali.

Burung itu terus melakukannya walaupun dadanya terasa panas karena 'terjilat' api. Pagi telah tiba, anak dan bapak selamat dari ancaman serigala berkat pertolongan burung murai. Namun sejak itu, dada burung mural berwarna merah karena 'terjilat' panas api.

Pesan Moral:
Selalu berbuat baik kapanpun dan dimanapun kita berada. Orang yang berhati baik, pasti akan selalu mencoba membantu orang lain. Tuhan sayang kepad a anak yang suka menolong. Orang yang suka membantu akan disayangi oleh lingkungannya sehingga dia akan menjadi orang yang berbahagia.


Sumber: dongengceritarakyat.com

No comments: