Translate

Sunday, August 14, 2016

Gagak Yang Dengki Dan Merpati Yang Tulus

Suatu hari, gagak dan merpati menemui merak. Merak menyambut mereka dengan ramah di rumahnya. "Aku sudah lama ingin bertemu denganmu," kata gagak.

"Banyak yang menceritakan engkau sebagai burung yang cantik dan anggun. Sepertinya, aku setuju dengan pendapat mereka. Engkau memang cantik dan anggun," kata gagak lagi.

Gagak membungkuk hormat sambil memuji merak. Sementara itu, merpati hanya diam menutup mulut.

Tidak lama kemudian, gagak dan merpati pulang. Gagak membungkuk , sedangkan merpati hanya menghormat biasa saja pada merak.

Di jalan, gagak berkata, "Aku tidak mau bertemu merak lagi. Aku tidak tahan melihatnya. Kamu lihat kakinya, Merpati? Aku ingin tertawa setiap melihat kakinya. Lalu suaranya yang jelek juga sangat menjijikan. Bagaimana bisa binatang lain memujinya.”

"Aku tidak memerhatikan kaki atau suaranya," kata merpati tenang.

"Menurutku, merak sangat anggun dan bulunya sangat indah. Sama indahnya dengan bunga-bunga dan pelangi," kata merpati kembali.

Gagak malu sekali mendengar jawaban merpati. Semula ia mengira merpati akan menjelek-jelekan merak seperti dirinya. Tapi, ternyata merpati justru memuji merak.

Itulah perbedaan antara gagak yang dengki dengan merpati yang baik hati. Gagak memuji merak di depannya saja, sedangkan di belakang ia menjelek-jelekkan merak.

Pesan Moral:
Jangan jadi anak pendengki seperti gagak. Jadilah anak yang tulus seperti merpati.
Ingat juga, jangan suka menjelek-jelekkan orang lain. Pujilah orang lain jika ia memang pantas dipuji. Jangan malu untuk mengakui kelebihan orang lain.

Sumber: dongengceritarakyat.com

No comments: