Translate

Tuesday, August 16, 2016

Bocah Kecil Dan Stoples Kacang

Albert sangat menyukai kacang. Suatu hari, ibu meletakkan satu stoples kacang yang tampak lezat di tengah meja. Albert yang melihatnya segera naik ke atas meja dan memasukkan tangannya ke dalam stoples. la ingin mengambil kacang sebanyak-banyaknya. la meraup segenggam penuh kacang.

Tapi, saat Albert menarik tangannya, mulut stoplesnya terlalu sempit untuk tangannya yang menggenggam kacang. la menarik dan menarik tangannya tapi tidak berhasil mengeluarkan tangannya. la kesal sekali dan marah-marah. Tapi, tidak ada gunanya, tangannya tetap tidak bisa keluar dari stoples.

Albert mulai berteriak-teriak kesal dan menangis. Ibu terkejut dan datang untuk melihat apa yang terjadi pada Albert.

"Kenapa, Albert?" tanya ibu.

"Stoples ini tidak mau melepaskan tanganku, Bu," kata Albert sambil menangis.

Ibu tertawa melihat tingkah Albert.

"Kau jangan mengambil kacang sekaligus banyak dong," kata ibu.

"Ambillah sedikit-sedikit. Jangan terburu-buru, ya," jelas ibu.

Albert melakukan apa yang dikatakan ibunya. Ternyata, ia bisa mengambil kacang dengan mudah dari dalam stoples.

"Anakku, jika kamu dapat masalah lagi, kamu pikirkanlah jalan keluarnya. Jangan berteriak-teriak dan menangis ya," ujar ibu menasihati Albert.

Pesan Moral:
Gunakan akalmu saat melakukan sesuatu, Jangan gampang menyerah dan rnarah-marah. Tanyalah kepada orangtua mu jika kamu tidak bisa melakukan sesuatu. Satu hal lagi, janganlah rnenjadi anak yang rakus. Itu akan mempersulit kamu sendiri.

Sumber: dongengceritarakyat.com

No comments: