Translate

Sunday, August 21, 2016

Anak Yang Pelupa

Pada suatu hari seorang ibu hendak mencuci pakaian. la merebus air panas untuk mencuci pakaiannya. Tapi, ia baru sadar bahwa sabunnya telah habis. la memanggil anaknya yang berusia tujuh tahun dan menyuruhnya membeli sabun di toko.

"Jangan lupa, ya! Kamu harus berkata 'sabun' sepanjang jalan agar tidak lupa!" kata ibu.

Si bocah keluar rumah sambil berkata, "Sabun! Sabun! Sabun!" agar tidak lupa. Untuk menghemat waktu, si bocah melewati jalan pintas. Jalan itu berlumpur karena semalaman turun hujan deras.

Si bocah berusaha berjalan dengan hati-hati. Tapi, karena terlalu berkonsentrasi untuk mengucapkan "Sabun! Sabun! Sabun!", ia pun terjatuh di sebuah kubangan lumpur. "Aduh," kata si bocah.

Saat bangun, ia lupa mengucapkan, "Sabun! Sabun! Sabun!" "Wah bahaya. Aku lupa mesti mengucapkan apa, ya?" pikir si bocah kebingungan.

"Aku lupa mesti mengucapkan apa, ya?" terus saja si bocah mengucapkan kalimat itu. Karena tidak hati-hati, ia terjatuh lagi di lumpur yang licin.

"Hei bocah, hati-hati jalannya Iebih licin daripada sabun!" seorang ibu yang lewat mengingatkannya.

"Aha, sabun. Ya aku harus membeli sabun," kata si bocah kegirangan karena ingat apa yang ia harus beli.

"Sabun! Sabun! Sabun!" begitu si bocah berkata sambil meneruskan perjalanannya menuju toko.

Sesampainya di toko, si bocah Iangsung membeli sabun dan pulang Iewat jalan yang tidak becek. Sesampainya di rumah, Ibu melihat seluruh tubuh si bocah penuh lumpur.

"Waduh, Nak. Kau harus mandi memakai sabun yang banyak. Kau tidak lupa membeli sabun, kan?" kata ibu.

"Tidak, Bu. Hampir saja aku lupa. Tapi, aku akhirnya ingat lagi," kata si bocah sambil memberikan sabun pada ibunya.

"Bagus, kau memang anak pintar," puji ibu.

Pesan moral:
Belajarlah dengan rajin dan banyak membaca supaya kamu menjadi pintar dan tidak mudah gampang lupa. Selalu kerjakan dengan gembira perintah yang diberikan oleh orang tuamu.


Sumber: dongengceritarakyat.com

No comments: