Translate

Wednesday, August 13, 2014

kisah di sebuah acara gereja remaja

Udah lama sih acara gereja nya. Pas gue masih kelas 1 SMP, berarti ada 10 tahun lalu, saat kejadian ini terjadi. Gue dan kedua sepupu gue yang sepantaran ikut acara gereja. Gue diajakin mereka sih, karena acara ini untuk anak remaja di gereja mereka. Sebut aja sepupu gue C dan J. C adalah seorang perempuan dan J adalah seorang laki-laki. Kami bertiga yang baru masuk awal remaja ini mencoba mencari teman dan bergaul. Gue sekamar dengan C dan seorang lainnya. Nah, kisahnya bukan tentang gue sama C atau gue sama J. Maupun temen sekamar gue. Tapi kisah gue sama orang lain.

Gak jadian ya. Ini cuma suka-sukaan doank. Cowok ini beda tiga tahun sama gue, jadi itungannya dia baru masuk SMA. Dia panitia, sedangkan gue peserta. Setiap panitia diwajibkan untuk berbaur dengan peserta. Oh ya, acara ini 3 hari 2 malam (seinget gue). Tradisi di acara ini adalah semua orang harus berbaur termasuk cewek dan cowok. Gue dan C selalu bersebelahan dan J juga di sebelah kita. Otomatis kemana-mana kita bertiga. Balik ke cowok itu, dia tinggi, gak gendut gak kurus (lumayanlah badannya), mancung, rambut jamur, dan muka kotak. haha gak kotak banget dikata kotak sepatu, ;p

Acara hari pertama hanya duduk-duduk dan mendengarkan ceramah. Jadi semua orang berasa belum dekat satu sama lain. Memang sih jam makan atau jam acara lainnya, semua orang diwajibkan untuk bertegur sapa. Tapi tetep aja, gak bisa deket banget kalau belum main bareng. Nah, saat makan setiap meja terdiri dari 10 orang dan harus cewek-cowok. Ya seperti biasa, gue sama kedua sepupu gue ini. Terus, sebelum makan kita berdoa bersama terlebih dahulu dan berdiri sambil membuat lingkaran besar. HARUS NYAMPURKAN?

Ya udah, gue sebelahnya C sebelahnya C, si J. Muncullah dia (si panitia), dia di samping gue dan kami bergandengan tangan. Lebih tepatnya saling meletakkan tangan (tangan kiri diatas dan tangan kanan dibawah), gue yang sebelah dia meletakkan tangan kiri gue diatas tangannya. Tangan gue yang kanan disepupu gue, C. Entahlah, tangannya si panitia berasa dingin dan gemetar, yang membuat tangan gue juga ikutan dingin. Kami berdua saling liat-liatan, mungkin sama-sama canggung jadi ya gitu. Setelah berdoa, kami duduk. Dia duduk lagi dimeja gue dan sepupu gue. Dia duduk tepat di depan gue. Ya kisah terus berlanjut. Kita duduk bersebelahan selama sesi berlangsung dan senyum kalau ketemu.

Hari kedua, acaranya adalah main-main yang dibuat per kelompok, gue dan kedua sepupu gue terpisah. Nah disinilah gue baru kenal dengan orang lain. Sayangnya, gue gak sekelompok dengan panitia ini. Tapi kami saling senyum kalau mata beradu. Udahlah acara hari kedua dan ketiga selesai. Pas makan pun, dia disamping gue lagi.

Pas pulang, setiap orang mesti buat guardian angel (ngirim surat) ke orang lain. Gue gak ngirim ke dia. Takut. Dan gue menemukan surat (yang gue rasa dari dia) dikotak nama gue, gak ada namanya cuma ada inisial M. "Smile, always believe in God, and trust your FEELING. :)"

Setelah itu, di tahun yang sama, gue ulang tahun dan geng gue memberikan gue boneka Pooh karena Pooh kesukaan gue. Akhirnya gue kasih nama si Pooh gue ini, Mario. Nama yang gak asing buat kisah gue tentunya. Jadi setiap gue liat Winnie the Pooh gue yang bernamakan Mario, gue ingat pesannya.

PS: ceritanya gak detail dan "rasa" gue udah gak ada sama dia. INI HANYA UNTUK SHARING!